Anak Dalam Islam

pendidikan anak dalam islam

Anak dalam Islam

Kita yakin dengan sebenar-benarnya, siapa pun yang akan dan telah menikah pasti menginginkan kelahiran buah hati penyejuk jiwa, generasi penerus, dan pelengkap keharmonisan keluarga. Tanpa kehadiran anak, rasanya kehidupan rumah tangga berjalan dengan garing, tak ada canda tawa yang lebih asyik. Di luar, banyak pasangan di seantero alam yang belum dikaruniai anak selalu menanti kapan tibanya hari H yang satu ini.

Tidak jarang, cara yang tak lazim melanggar aturan main dalam agama pun kadang ditempuh demi memuluskan harapan punya momongan. Keberadaan anak di tengah rumah tangga merupakan impian setiap lelaki dan wanita yang menikah.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam. sendiri menganjurkan kita untuk menikah dengan orang (pria/wanita) yang subur, bisa memberikan keturunan yang sehat, prima, terampil, dan paling penting, anak yang shalih.

Anak adalah buahnya hati. “Segala sesuatu memiliki buah dan buah hatinya adalah anak,” sabda nabi di sebuah kesempatan. Dalam hadits Anak disebutkan,“Wangi seorang anak merupakan bagian dari wewangian surga.”

Nabi Zakaria AS., seorang utusan Allah yang mulia, pernah merasakan pengalaman yang saat ini dirasakan oleh ribuan pasangan yang belum memiliki anak. Nabi Zakaria tidak berputus asa, kecewa, dan galau, tapi tetap percaya semua ada hikmahya. Beliau tetap berikhtiar dan berdoa kepada Allah.

Penantian Nabi Zakaria terjawab sudah, seorang anak Allah berikan kepadanya. Dalam Al Qur`an surat Maryam ayat 4-5, Allah menceritakan kepada kita: “Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Sesungguhnya aku khawatir terhadap orang-orang yang akan melanjurkan urusanku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera.”

Anak merupakan penerus perjuangan dan harapan orangtua, sehingga Nabi menegaskan, “Janganlan kalian lalai untuk memohon keturunan karena jika seseorang telah meninggal dunia dan tidak memliki keturunan maka namanya akan terhapus.” Dalam hadits yang lain nabi menyatakan, “Mohonlah keturunan dan berharaplah, sesungguhnya keturunan adalah penyejuk mata dan kebahagiaan hati.”